Sembang: ALLAH memberi tazkirah kepadaku

Baru tiga hari menziarahi datuk saudara yang meninggal dunia di rumahnya, tengah hari semalam aku dikhabarkan pula dengan kematian adik sepupuku, akibat lemas dalam lopak air, di kampung yang sama, Kampung Pantai Prai, Sg Petani. Adik sepupuku yang dipanggil mesra sebagai ‘Cik’ baru berusia 8 tahun. Dia adalah anak kembar kepada Maksu, ibu saudaraku. Baru dua hari sebelumnya aku lihat gelagat-gelagatnya ketika menziarahi datuk saudara aku (yang juga datuk saudaranya)yang meninggal dunia.
Kematian dua orang yang dekat pertaliannya dengan aku membuatkan aku rasa seperti diberi peringatan oleh ALLAH. Ketika datuk saudaraku meninggal dunia, tergetus dalam hatiku nahawa mati itu pasti. Tok Tam (panggilan mesranya) pergi dulu mengadap-Nya.
Seperti biasa apabila melihat orang tua meninggal dunia, ada satu kata-kata di suatu sudut di lobus hati bahawa ‘biasalah, dia sudah tua’. Aku cuba memadam kata-kata itu dengan beristighfar. Mati itu tidak kira tua atau muda. Aku yakin dengan perkara itu, tetapi iblis sentiasa berbisik hal-hal untuk mengaburi manusia. Tidak hairan berapa ramai manusia yang melihat orang mati, tetapi masih tidak bersedia untuk mati, seolah-olah mereka tidak akan mati seperti si mati.
Tiga hari sahaja berlalu, berita kematian adik sepupuku benar-benar membidas suara sumbang di sudut hatiku itu. Anak kecil juga bisa mati. Mati itu tidak mengira umur, tua atau muda! ALLAH memberi tazkirah yang cukup tegas kepadaku melalui peristiwa ini.
InnaliLLAHi wa inna ilaiHi roj’ouun…
‘Cik’ sudah pergi. Tinggallah adik kembarnya bersama seorang abang dan seorang kakaknya sedang dia bersemadi di sebelah kubur Tok Tam.
Semoga ALLAH mengampuni dan mencurahi rahmat-Nya kepada Tok Tam.
Semoga adik Cik aman bersemadi di sana dan moga-moga menjadi rahmat kepada ayah dan ibunya. Pak Su dan Mak Su, bersabarlah, insyaALLAH anakmu itu akan menarik tangan kalian ke pintu syurga.
Tok Tam [14 Zulhijjah 1431]
Cik [17 Zulhijjah 1431]

Perutusan Eidul Adhha 1431

ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR
Hari ini 10 Zulhijjah 1431 Hijriah. Kita umat Islam menyambut hari Raya Eidul Adhha untuk kesekian kalinya. Setiap kali Eidul Adhha, kita dihidangkan dengan kisah pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ‘alaihimassalam. Saya kira anda semua lebih arif dalam memahami hakikat pengorbanan kedua-dua Nabi tersebut untuk dijadikan pedoman dalam melangsungkan gerak-kerja mengembalikan izzah Islam di muka bumi. Jihad dan pengorbanan adalah elemen yang penting dalam sesebuah gerakan Islam. Maka janganlah kita memandang mudah perkara ini. Selesai menyembeli haiwan korban, kita akan bergerak semula untuk menyembelih sistem taghut yang masih mencengkam umat Islam.
ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR!
WaLLAHU a’lam.
Salam Eidul Adhha 1431 H.

Sembang: Sibuk dan menyibuk

“Kita sentiasa sibuk. Jadi beruntunglah orang yang bijak mengurus kesibukannya,” si abang menasihati adiknya.

“Tak semua orang sibuk. Ada juga orang yang punyai masa lapang,” si adik seperti biasa, suka memanjangkan perbincangan dengan idea yang berlawanan.
“Ya betul. Tapi kita kena sibukkan diri…” si abang menambah.
“bukankah kita disuruh beringat ketika waktu lapang sebelum tiba waktu sibuk? Kenapa perlu sibukkan diri? Kita mesti manfaatkan masa lapang,” si adik memintas idea abangnya.
Si abang tersenyum.
“Ya, nak manfaatkan masa lapang, kita kena sibukkan diri,” si abang menjawab. Si adik diam seketika untuk mendengar penjelasan abangnya.
“Setiap masa, kita akan sibuk. Sama ada kita ini sibuk buat baik, atau sibuk buat benda jahat. Sama-ada kita sibuk berbuat ibadat, ataupun kita sibuk berbuat maksiat”
Si adik terus mendengar.
“Jika kita rasa ada kelapangan, maka sibukkanlah diri kita dengan perkara ibadat, kerana jika tidak, pasti kita akan disibukkan dengan perkara maksiat sama ada kita sedar ataupun tidak,” si abang berceramah panjang lebar.
“bagaimana pula ada orang yang tak buat ibadat, tak buat juga maksiat… duduk saja je… orang ni tak sibuk kan?” si adik cuba mencuit abangnya.
“orang itu sibuk juga” si abang tersenyum.
“kenapa?”
“sibuk duduk saja,” jawab si abang disusuli dengan ketawa kecil mereka berdua.

Gunung berapi pernah memusnahkan tamadun Pompeii

Tragedi letusan Gunung Merapi mengingatkan kita tentang bala kemusnahan yang ditimpakan ke atas kaum-kaum yang melampaui batas. Saksikan video dokumentari kemusnahan Kota Pompeii akibat lgunung berapi yang hampir 2000 tahun tidak aktif tiba-tiba meletus, atas perintah ALLAH bagi memusnahkan kaum yang melampaui batas. Tidak mustahil bagi ALLAH untuk menjadikan Gunung Jerai meletus jika penduduk Kedah ingkar dan melampaui batas. Tidak pelik jika gunung-gunung di tanah tinggi Cameron dan Genting bertukar menjadi gunung berapi, meletup jika penghuninya yang sering melakukan maksiat. Renung-renungkan…

Al-qur’an mengisahkan kepada kita bahwa tidak ada perubahan dalam hukum Allah (sunnatullah):
“Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sekuat-kuat sumpah; sesungguhnya jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk dari salah satu umat-umat (yang lain). Tatkala datang kepada mereka pemberi peringatan, maka kedatangannya itu tidak menambah mereka kecuali jauhnya mereka dari (kebenaran), karena kesombongan (mereka) di muka bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu” (QS. Al-Faathir, 35:42-43).
Begitulah, “…sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah…”. Siapapun yang menentang hukum Allah dan berusaha melawan-Nya akan terkena sunatullah yang sama. Pompeii, yang merupakan simbol dari degradasi akhlaq yang dialami kekaisaran Romawi, adalah pusat perzinaan dan homoseks. Nasib Pompeii mirip dengan kaum Nabi Luth. Kehancuran Pompeii terjadi melalui letusan gunung berapi Vesuvius.
Gunung Vesuvius adalah simbol negara Italia, khususnya kota Naples. Gunung yang telah membisu sejak dua ribu tahun yang lalu itu juga dinamai “The Mountain of Warning” (Gunung Peringatan). Tentunya pemberian nama ini bukanlah tanpa sebab. Adzab yang menimpa penduduk Sodom dan Gommorah, yakni kaum Nabi Luth as, sangatlah mirip dengan bencana yang menghancurkan kota Pompeii.
Di sebelah kanan gunung Vesuvius terletak kota Naples, sedangkan kota Pompeii berada di sebelah timur gunung tersebut. Lava dan debu dari letusan maha dasyat gunung tersebut yang terjadi dua milenia yang lalu membumihanguskan penduduk kota. Malapetaka itu terjadi dalam waktu yang sangat mendadak sehingga menimpa segala sesuatu yang ada di kota termasuk segala aktifitas sehari-hari yang tengah berlangsung. Aktifitas yang dilakukan penduduk dan segala peninggalan yang ada ketika bencana terjadi kini masih tertinggal persis sama seperti ketika bencana tersebut terjadi dua ribu tahun yang lalu, seolah-olah waktu tidak bergeser dari tempatnya.
Pemusnahan Pompeii dari muka bumi oleh bencana yang demikian dasyat ini tentunya bukan tanpa maksud. Catatan sejarah menunjukkan bahwa kota tersebut ternyata merupakan pusat kemaksiatan dan kemungkaran. Kota tersebut dipenuhi oleh meningkatnya jumlah lokasi perzinahan atau prostitusi. Saking banyaknya hingga jumlah rumah-rumah pelacuran tidak diketahui. Organ-organ kemaluan pria dengan ukurannya yang asli digantung di pintu tempat-tempat pelacuran tersebut. Menurut tradisi ini, yang berakar pada kepercayaan Mithraic, organ-organ seksual dan hubungan seksual sepatutnya tidaklah tabu dan dilakukan di tempat tersembunyi; akan tetapi hendaknya dipertontonkan secara terbuka.
Lava gunung Vesuvius menghapuskan keseluruhan kota tersebut dari peta bumi dalam waktu sekejap. Yang paling menarik dari peristiwa ini adalah tak seorang pun mampu meloloskan diri dari keganasan letusan Vesuvius. Hampir bisa dipastikan bahwa para penduduk yang ada di kota tersebut tidak mengetahui terjadinya bencana yang sangat sekejap tersebut, wajah mereka terlihat berseri-seri. Jasad dari satu keluarga yang sedang asyik menyantap makanan terawetkan pada detik tersebut. Banyak sekali pasangan-pasangan yang tubuhnya terawetkan berada pada posisi sedang melakukan persetubuhan. Yang paling mengagetkan adalah terdapat sejumlah pasangan yang berkelamin sama, dengan kata lain mereka melakukan hubungan seks sesama jenis (homoseks). Ada pula pasangan-pasangan pria dan wanita yang masih ABG. Hasil penggalian fosil juga menemukan sejumlah mayat yang terawetkan dengan raut muka yang masih utuh. Secara umum, raut-raut muka mereka menunjukkan ekspresi keterkejutan, seolah bencana yang terjadi datang secara tiba-tiba dalam sekejab.
Dalam konteks ini, terdapat aspek dari bencana tersebut yang sangat sulit untuk dimengerti. Bagaimana bisa terjadi ribuan manusia tertimpa maut tanpa melihat dan mendengar sesuatu apapun?
Aspek ini menunjukkan bahwa penghancuran Pompeii mirip dengan peristiwa-peristiwa adzab yang dikisahkan dalam Alqur’an, sebab Alqur’an secara khusus mengisyaratkan “pemusnahan secara tiba-tiba” ketika mengisahkan peristiwa yang demikian ini. Misalnya, “penduduk suatu negeri” sebagaimana disebut dalam surat Yaasiin ayat 13 musnah bersama-sama secara keseluruhan dalam waktu sekejap. Keadaan ini diceritakan sebagaimana berikut:
“Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati.” (QS. Yaasiin, 36:29)
Di surat Al-Qamar ayat 31, pemusnahan dalam waktu yang singkat kembali disebut ketika kehancuran kaum Tsamud dikisahkan:
“Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rumput-rumput kering (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang.”
Kematian masal penduduk kota Pompeii terjadi dalam waktu yang sangat singkat persis sebagaimana adzab yang dikisahkan dalam kedua ayat di atas.
Kendatipun semua peringatan ini, tidak banyak yang berubah di wilayah di mana Pompeii dulunya pernah ada. Distrik-distrik Naples tempat segala kemaksiatan tersebar luas tidaklah jauh berbeda dengan distrik-distrik bejat di Pompeii. Pulau Capri adalah tempat di mana para kaum homoseksual dan nudis (orang-orang yang hidup telanjang tanpa busana) tinggal. Pulau Capri diiklankan sebagai “surga kaum homoseks” di industri wisata. Tidak hanya di pulau Capri dan di Italia, bahkan hampir di seantero dunia, kerusakan moral tengah terjadi dan sayangnya mereka tetap saja tidak mau mengambil pelajaran dari pengalaman pahit yang dialami kaum-kaum terdahulu.

Hub Hiburan: Memang brilliant!

Negara kita akan menjadi hub pusat hiburan malam. Itulah plan transformasi ekonomi yang dicetuskan oleh seorang PM yang sangat cerdik lagi berpandangan jauh. Dalam banyak-banyak cara untuk memperkasakan ekonomi negara, hub pusat hiburan juga dipilihnya. Apakah cetusan ideanya ini benar-benar boleh mengubah ekonomi negara menjadi lebih baik, atau menuju ke arah negara berpendapatan tinggi?
Ya, tindakannya sangat sesuai untuk meningkatkan ekonomi negara. Orang-orang lemah akal seperti pak-pak ustaz tidak nampak potensi besar hub-hub hiburan, kerana meraka tidak pernah ke sana. Lihatlah bagaimana sejak akhir-akhir ini kita dapati banyak program-program hiburan dianjurkan. Akademi Fantasia, Malaysian Idol, Raja Lawak, Mentor dan suku-sakatnya, semuanya sudah dirancang dengan rapi untuk meresapi jiwa anak-anak muda dengan hiburan. Setelah anak-anak muda dan masyarakat sudah sebati dengan hiburan, maka inilah masa sesuai untuk jadikan Malaysia sebagai hub hiburan.
Akan memacu ekonomi? Ya, kerana pelanggan-pelanggannya sudah diasuh dari kalangan anak-anak muda. Ekonomi negara pasti akan meningkat, kerana masyarakat kita lah yang akan mengunjungi hub-hub hiburan. Dengan itu hub-hub hiburan akan menjadi pusat tumpuan ekonomi disamping hiburan yang disediakan. Malah, hiburan adalah senjata yang paling mudah untuk menarik orang ramai. Tidak seperti masjid, tidak semua orang suka ke masjid. Tidakkah PM kita sudah berfikiran jauh? Sudah tentu PM sudah berfikiran melampaui batasan zamannya, dibantu pula oleh isterinya tercinta.
Keyakinan pelabur? Pelabur-pelabur akan yakin dengan kemampuan Malaysia sebagai hub hiburan, kerana di Malaysia sudah ramai generasi AF, Mentor, Malaysian Idol dan sebagainya. Mereka-mereka yang gagal dalam persaingan program-program realiti hiburan tersebut masih berpeluang menjana ekonomi di hub-hub yang akan dimajukan. Dengan itu, para pelabur tidak perlu susah hati akan kekurangan tenaga penghibur. Para pelabur akan berduyun-duyun membanjiri Malaysia.
Semua rakyat setuju? Tidak semua rakyat setuju. Biasalah, setiap usaha baik atau buruk pasti ada penyokong dan penentang. Dalam konteks idea cetusan kerajaan, pastilah pihak parti pembangkang yang akan ke hadapan menentang. Itu biasa. PM tak perlu khuatir, asalkan PM disokong kuat isteri tercinta, itu sudah memadai.
Keberkatan ekonomi cara ini bagaimana? Keberkatan? Usah bimbang akan keberkatan. Kita hidup dalam negara sekular, memang tiada dalam kamus ekonomi kita mengenai keberkatan. Lihat negara-negara maju ekonominya, tidak dibincang pun isu keberkatan.
Aduh…. apa yang aku tulis ni? Kenapa aku mengampu PM? Kenapa aku sokong idea seburuk hub hiburan ini? Tidak! Aku sekali-kali tidak menyokong. Cuma idea gila ini menjadikan sistem sarafku bercelaru untuk seketika. Macamana boleh seorang PM bagi idea plan transformasi ekonomi seburuk ini? Kenapa kemaruk dengan hiburan?
Hiburan yang melampau bukanlah cara untuk membangunkan ekonomi, malah boleh meruntuhkan ekonomi sesebuah negara. Plan asalnya adalah, apabila rakyat kemaruk dengan hiburan, maka rakyat tidak akan berminat dengan ilmu dan pengajian, lebih khusus lagi, rakyat tidak akan minat dengan pendekatan beragama. Rakyat akan mudah menjadi jahil, dan terus jahil. Apabila rakyat jahil, lalai dan malas membaca, maka rakyat mudah ditipu secara terhormat. Rakyat mudah diperbodoh. Apabila rakyat jauh dari ilmu agama, mereka akan mudah menyokong apa jua tindakan kerajaan yang membelakangi agama. Malah ini adalah cara mujarab untuk mengekalkan kekuasaan parti pemerintah. Alasan ekonomi adalah kosmetik memperbodoh rakyat.
Kemajuan ekonomi negara, jika tiada keberkatan, akan meruntuhkan sesebuah negara. Apa guna negara kaya, tetapi akhlak dan moral masyarakat hancur lebur? Gejala sosial semakin membarah, bertambah parah. Hub-hub hiburan seterusnya akan menjadi pusat merekrut pelapis-pelapis baru untuk mendaftar di sekolah Ali Rustam. Akhirnya sekolah Ali Rustam akan bertambah cawangannya, akan majulah negara?
Orang-orang berkepala otak sekular memang begitu. Setiap tindakannya membelakangkan agama ALLAH. Mereka tidak nampak bahawa tindakan durjana itu kelak akan mengundang kemurkaan ALLAH. Apabila ALLAH menghendaki sesuatu yang buruk menimpa sesuatu kaum, sesebuah negara, maka tiada siapa pun dapat menghalang. Ketika itu, apa lagi erti kemajuan?
Ahh… kamu ini usah nasihat-nasihat mereka lagi… bukannya mereka dengar pun. Blog kamu ini bukannya mereka baca pun. PM tak layan blog murahan mcm blog kamu. lagipun mungkin hati mereka sudah ditutup untuk memahami kebenaran… Ada bisikan kepadaku supaya berhenti menulis untuk kali ini. Maka aku pun berhenti menulis. Sekian kali ini, lain kali aku tulis lagi, kerana aku tidak diberi ilmu untuk mengetahui samada hati seseorang itu sudah ditutup rapat oleh ALLAH atau pun tidak…
WaLLAHU a’lam.

First Lady Malaysia HINA Islam!

Islamic Fashion Festival… adalah majlis yang MENGHINA kesucian Islam! Mana JAKIM? Mana JAIS? Mana Mufti Harussani? Mana Mufti-mufti? Mana Menteri-menteri Agama? Manaa hangpa semuaaa?!!









Ni videonya sekali:

Dalang majlis penghinaan ini ialah…

Habis punah! ‘First Lady’ punya kerja rupanya. Apa dah jadi… apakah negara kita bakal menerima laknat dan bala ALLAH apabila para pemimpin-isteri pemimpin negara terok mcm ni?

Orang Melayu tak bangga dengan baju Melayu



Sekali kita baca berita ni, kononnya kita boleh berbanggalah, bahawa orang luar dapat menerima budaya (pakaian) tradisi kita. 65 angkasawan luar negara pakai baju melayu. Tapi yang pengantin melayu pulak bangga dengan style Barat. Jadi, tak apa yang nak dibanggakan dengan baju Melayu tu, jika orang Melayu sendiri tak bangga.
Mana PERKASA?